Halaman API Tools Management dengan statistik, tombol Create Tool, dan tabel daftar API Tools
Tampilan utama API Tools Management.

API Tools

Menu API Tools Management digunakan untuk membuat dan mengelola integrasi API yang dapat digunakan oleh AI Agent dalam berinteraksi dengan sistem eksternal. Melalui menu ini, Admin dapat menambahkan API Tool baru, mengatur endpoint, menentukan metode HTTP, serta mengaktifkan atau menonaktifkan tool yang digunakan AI.

Fitur ini memungkinkan AI Agent untuk:

  • Mengambil data dari sistem eksternal.
  • Mengirim data ke sistem backend.
  • Mengecek status transaksi.
  • Melakukan automation berbasis API.

Struktur halaman

Halaman API Tools Management terdiri dari beberapa bagian utama:

  • Ringkasan Statistik Tools
  • Tombol Create Tool
  • Tabel Daftar API Tools
  • Action Management (Edit, Monitoring, Delete)

Penjelasan komponen

Ringkasan statistik

Menampilkan informasi:

  • Total Tools — jumlah keseluruhan API Tool yang dibuat.
  • Active Tools — jumlah tool yang aktif.
  • Total Inputs — jumlah parameter input yang digunakan.
Tiga card statistik: Total Tools, Active Tools, Total Inputs
Card statistik menampilkan total tool, tool aktif, dan total input.

Tombol Create Tool

Digunakan untuk membuat API Tool baru yang dapat digunakan oleh AI Agent.

Tombol Create Tool
Klik Create Tool untuk menambahkan API Tool baru.

Tabel API Tools

Menampilkan daftar API Tool yang telah dibuat dengan informasi berikut:

  • Tool Name — nama API Tool.
  • AI Agent — AI Agent yang menggunakan tool tersebut.
  • Method — metode HTTP (GET, POST, dll).
  • Endpoint — URL API tujuan.
  • Status — status tool (Active / Inactive).
  • Actions — Edit, Monitoring, Delete.
Badge status Active
Active
Ikon Edit
Edit
Ikon Delete
Delete

Cara penggunaan menu

Membuat API Tool baru

  1. Masuk ke menu API Tools Management.
  2. Klik tombol Create Tool.
  3. Isi informasi berikut:
    • Tool Name
    • Pilih AI Agent
    • Method (GET / POST / PUT / DELETE)
    • Endpoint URL
    • Header (jika diperlukan)
    • Body Parameter (jika diperlukan)
  4. Simpan konfigurasi.
  5. Aktifkan tool jika sudah siap digunakan.

Mengaktifkan API Tool

  1. Pastikan konfigurasi sudah benar.
  2. Ubah status menjadi Active.
  3. Tool siap digunakan oleh AI Agent.

Mengedit API Tool

  1. Klik ikon Edit pada kolom Actions.
  2. Ubah konfigurasi endpoint / parameter.
  3. Simpan perubahan.

Menghapus API Tool

  1. Klik ikon Delete.
  2. Konfirmasi penghapusan.
  3. Tool akan dihapus dari sistem.

Contoh penggunaan API Tool

Contoh:

  • Tool Name: Cek Invoice Customer
  • Fungsi: Memanggil endpoint untuk mengecek status invoice customer berdasarkan ID atau nomor pelanggan.
  • Method: POST
  • Endpoint: API internal perusahaan

Use Case: Customer menanyakan status tagihan → AI memanggil API → AI menampilkan hasil invoice secara otomatis.

Catatan penting

  • API Tool hanya berjalan jika status Active.
  • Kesalahan endpoint dapat menyebabkan AI gagal merespon.
  • API integration memerlukan koordinasi dengan tim backend.
  • Pastikan response API memiliki format yang dapat dibaca AI.

Terkait: Konfigurasi AI Agent.